BAB 1
MANAJEMEN SUMBER
DAYA MANUSIA
PENDAHULUAN
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam
suatu organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan
berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola
dan diurus oleh manusia.
Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua
kegiatan institusi/organisasi. Selanjutnya, MSDM berarti mengatur, mengurus SDM
berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara
optimum. Karenanya, MSDM juga menjadi bagian dari Ilmu
Manajemen (Management Science) yang mengacu kepada fungsi manajemen
dalam pelaksanaan proses-proses perencanaan, pengorganisasian,staffing,
memimpin dan mengendalikan.
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses
menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer
dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau
perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Menurut A.F. Stoner Manajemen Sumber Daya
Manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok
suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk
ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi
memerlukannya.
Foulkes (1975) memprediksi bahwa peran SDM dari
waktu ke waktu akan semakin strategis dengan ucapan berikut :
“For many years it has been said that capital is the
bottleneck for a developing industry. I don’t think this any longer holds true.
I think it’s the work force and the company’s inability to recruit and maintain
a good work force that does constitute the bottleneck for production. …I think
this will hold true even more in the future.”
Tidak heran jika sekarang untuk SDM yang handal
digunakan terminologi human capital yang semakin santer kita dengar.
Perubahan teknologi yang sangat cepat, memaksa
organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan usahanya. Perubahan
tersebut telah menggeser fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia yang
selama ini hanya dianggap sebagai kegiatan administrasi, yang berkaitan dengan
perekrutan pegawai staffing ,coordinating yang dilakukan oleh bagian personalia
saja.
Saat ini manajemen SDM berubah dan fungsi spesialisasi
yang berdiri sendiri menjadi fungsi yang terintegrasi dengan seluruh fungsi
lainnya di dalam organisasi, untuk bersama-sama mencapai sasaran yang sudah
ditetapkan serta memiliki fungsi perencanaan yang sangat strategik dalam
organisasi, dengan kata lain fungsi SDM lama menjadi lebih bersifat strategik.
Oleh karenanya manajemen SDM mempunyai kewajiban untuk
: memahami perubahan yang semakin komplek yang selalu terjadi di lingkungan
bisnis, harus mengantisipasi perubahan teknologi, dan memahami dimensi
internasional yang mulai memasuki bisnis akibat informasi yang berkembang
cepat. Perubahan paradigma dari manajemen SDM tersebut telah memberikan fokus
yang berbeda dalam melaksanakan fungsinya di dalam organisasi.
Ada kecenderungan untuk mengakui pentingnya SDM dalam
organisasi dan pemusatan perhatian pada kontribusi fungsi SDM bagi keberhasilan
pencapaian tujuan strategi perusahaan. Hal ini dapat dilakukan perusahaan
dengan mengintegrasikan pembuatan keputusan strateginya dengan fungsi-fungsi
SDM maka akan semakin besar kesempatan untuk memperoleh keberhasilan.
Manajemen SDM
MSDM sesuai dengan fungsi MSDM
yaitu staffing dan personalia dalam organisasi, yang mencakup
analisis tugas/jabatan, rekrutmen dan seleksi calon tenaga kerja, orientasi,
pelatihan, pemberian imbalan, penilaian dan pengembangan SDM. Karena sebagian
atau seluruh tugas tentang penempatan personalia yang tepat untuk tugas yang
tepat, orientasi, pelatihan, pemberian imbalan, promosi, pendisiplinan serta
penilaian kerja untuk perbaikan kinerja merupakan tugas setiap
manajer “Every Manager is a Human Resources Manager” maka scope MSDM
mencakup seluruh tugas tentang SDM yang diemban oleh setiap manajer.
Dan aspek manajemen serta SDM demikian strategis dan
demikian luasnya, maka MSDM melibatkan banyak aspek, terutama dengan
faktor-faktor lingkungan internal organisasi (kekuatan dan kelemahan) serta
lingkungan eksternal (peluang dan ancaman). Tantangan manajer masa kini adalah
merespon perubahan-perubahan eksternal agar faktor-faktor lingkungan internal
perusahaan menjadi kuat dan kompetitif.
1.
Manajemen Sumber Daya Manusia
A.
Definisi MSDM
Manajemen sumber daya manusia
adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan,
pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang
aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya
manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.
Menurut A.F. Stoner manajemen
sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk
memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan
pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Manajemen sumber daya manusia
juga menyangkut desain sistem perencanaan,
penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja,
kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.
penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja,
kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.
Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli:
1. Menurut Melayu SP. Hasibuan.
MSDM adalah ilmu dan seni
mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu
terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
2. Menurut Henry Simamora
MSDM
adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa dan
pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja. MSDM
juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan personalia,
pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan dan
hubungan perburuhan yang mulus.
3. Menurut Achmad S. Rucky
MSDM
adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan, pengemebangan
dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara efektif untuk
mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh organisasi
tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.
4. Menurut Mutiara S. Panggabean
MSDM
adalah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pimpinan dan pengendalian
kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan,
pengadaan, pengembngan, kompensasi, promosi dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
Dari
definisi di atas, menurut Mutiara S. Panggabaean bahwa, kegiatan di bidang
sumber daya manusia dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu dari sisi
pekerjaan dan dari sisi pekerja. Dari sisi pekerjaan terdiri dari analisis dan
evaluasi pekerjaan. Sedangkan dari sisi pekerja meliputi kegiatan-kegiatan
pengadaan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, pelatihan dan pengembangan,
promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan kerja.
Dengan
definisi di atas yang dikemukakan oleh para ahli tersebut menunjukan demikian pentingnya
manajemen sumber daya manusia di dalam mencapai tujuan perusahaan, karyawan dan
masyarakat.Unsur manajemen (Tool of management), biasa dikenalMarket/ marketing,
pasar.
Model
Manajemen Sumber Daya Manusia
Di
dalam memahami berbagai permasalahan pada manajelen sumber daya manusia dan
sekaligus dapat menentukan cara pemecahannya perlu diketahui lebih dahulu model
- model yang digunakan oleh perusahaan kecil tidak bias menerapkan model yang
biasa digunakan oleh perusahaan besar. Demikian pula sebaliknya. Dalam
perkembangan model - model ini berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi
serta tuntutannya.
Untuk
menyusun berbagai aktifitas manajemen sumber daya manusia ada 6 (enam) model manajemen
sumber daya manusia yaitu:
1. Model Klerikal
Dalam model ini fungsi departemen
sumber daya manusia yang terutama adalah memperoleh dan memelihara laporan,
data, catatan-catatan dan melaksanakan tugas-tugas rutin. Fungsi departemen
sumber daya manusia menangani kertas kerja yang dibutuhkan, memenuhi berbagai
peraturan dan melaksanakan tugas-tugas kepegawaian rutin.
2. Model Hukum
Dalam model ini, operasi sumber
daya manusia memperoleh kekutannya dari keahlian di bidang hukum. Aspek hukum
memiliki sejarah panjang yang berawal dari hubungan perburuhan, di masa
negosiasi kontrak, pengawasan dan kepatuhan merupakan fungsi pokok disebabkan
adanya hubungan yang sering bertentangan antara manajer dengan karyawan.
3. Model Finansial
Aspek pinansial manajemen sumber
daya manusia belakangna ini semakin berkembang karena para manajer semakin
sadar akan pengaruh yang besar dari sumber daya manusia ini meliputi biaya
kompensasi tidak langsung seperti biaya asuransi kesehatan, pension, asuransi
jiwa, liburan dan sebagainya, kebutuhan akan keahlian dalam mengelola bidang yang
semakin komplek ini merupakan penyebab utama mengapa para manajer sumber daya
manusia semakin meningkat.
4. Model Manjerial
Model manajerial ini memiliki dua
versi yaitu versi pertama manajer sumber daya manusia memahami kerangka acuan
kerja manajer lini yang berorientasi pada produktivitas. Versi kedua manajer
ini melaksanakan beberpa fungsi sumber daya manusia.
Departemen sumber daya manusia
melatih manajer lini jdalam keahlian yang diperlukan untuk menangani
fungsi-fungsi kunci sumber daya manusia seperti pengangkatan, evaluasi kinerja
dan pengembangan. Karena karyawan pada umumnya lebih senang berinteraksi dengan
manajer mereka sendiri disbanding dengan pegawai staf, maka beberapa departemen
sumber daya manusia dapat menunjukan manajer lini untuk berperan sebagai pelatih dan fasilitator.
sumber daya manusia dapat menunjukan manajer lini untuk berperan sebagai pelatih dan fasilitator.
5. Model Humanistik
Ide sentral dalam model ini
adalah bahwa, departemen sumber daya manusia dibentuk untuk mengembangkan dan
membantu perkembangan nilai dan potensi sumber daya manusia di dalam
organisasi. Spesialis sumber daya manusia harus memahami individu karyawan dan membantunya
memaksimalkan pengembangan diri dan peningkatan karir. Model ini menggabarkan
tumbuhnya perhatian organisasi terhadap pelatihan dan pengembangan karyawan
mereka.
6. Model Ilmu Perilaku
Model ini menganggap bahwa, ilmu
perilaku seperti psikologi dan perilaku organisasi merupakan dasar aktivitas
sumber daya manusia. Prinsipnya adlah bahwa sebuah pendekatan sains terhadap
perilaku manusia dapa diterpkan pada hampir semua permasalahan sumber daya
manusia bidang sumber daya manusias yang didasarkan pada prinsip sains meliputi
teknik umpan balik, evaluasi, desain program dan tujuan pelatihan serta
manajemen karir.
Fungsi manajemen
1. Perencanaan
Perencanaan adalah usaha sadar
dalam pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan secara matang tentang
hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan dalam dan oleh suatu organisasi dalam
rangka pencapaian tujuan yang telah dilakukan sebelumnya.
2. Rekrutmen
Menurut Schermerhorn, 1997
Rekrutmen (Recruitment) adalah proses penarikan sekelompok kandidat untuk
mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa peluang pekerjaan
kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya memenuhi
spesifikasi pekerjaan.
3. Seleksi
Seleksi tenaga kerja adalah suatu
proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon
yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran
adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian
dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan
yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.
yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.
4. Orientasi, Pelatihan dan
Pengembangan
Pelatihan (training) merupakan
proses pembelajaran yang melibatkan
perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenaga kerja.
perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenaga kerja.
Menurut pasal I ayat 9
undang-undang No.13 Tahun 2003.
Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.
Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.
Pengembangan (development)
diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda
atau yang Iebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, lembaga atau instansi
pendidikan,
Menurut (Hani Handoko:2001:104)
pengertian latihan dan pengembangan adalah berbeda. Latihan (training)
dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagal ketrampilan dan teknik
pelaksanaan kerja tertentu, terinci dan rutin. Yaitu latihan rnenyiapkan para
karyawan (tenaga kerja) untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sekarang.
Sedangkan pengembangan
(Developrnent) mempunyai ruang lingkup Iebih luas dalam upaya untuk memperbaiki
dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dlan sifat-sifat kepribadian.
5. Evalauasi Kinerja
Evaluasi sama pentingnya dengan
fungsi-fungsi manajemen lainnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian atau
pelaksanaan, pemantauan (monitoring) dan pengendalian. Terkadang fungsi
monitoring dan fungsi evaluasi, sulit untuk dipisahkan. Penyusunan sistem dalam
organisasi dan pembagian tugas, fungsi serta pembagian peran pihak-pihak dalam
organisasi, adakalanya tidak perlu dipisah-pisah secara nyata. Fungsi manajemen
puncak misalnya, meliputi semua fungsi dari perencanaan sampai pengendalian.
Oleh karena itu, evaluasi sering
dilakukan oleh pimpinan organisasi dalam suatu rapat kerja, rapat pimpinan,
atau temu muka, baik secara reguler maupun dalam menghadapi kejadian - kejadian
khusus lainnya.
Sebagai bagian dari fungsi
manajemen, fungsi evaluasi tidaklah berdiri sendiri. Fungsi-fungsi seperti
fungsi pemantauan dan pelaporan sangat erat hubungannya dengan fungsi evaluasi.
Di samping untuk melengkapi berbagai fungsi di dalam fungsi-fungsi manajemen,
evaluasi sangat bermanfaat agar organisasi tidak mengulangi kesalahan yang sama
setiap kali.
6. Komensasi
Pemberian balas jasa langsung dan
tidak langsung berbentuk uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa(
output) yang diberikannya kepada perusahaan. Prinsip Kompensasi adalah adil dan
layak sesuai prestasi dan tanggung jawab.
7. Pengintegrasian
Kegiatan untuk mempersatukan
kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, sehingga tercipta kerjasama yang
serasi da saling menguntungkan.
8. Pemeliharaan
Kegiatan untuk memelihara atau
meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan agar tercipta
kerjasama yang panjang.
9. Pemberhentian
Pemutusan hubungan kerja adalah
pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan
berakhirnya hak dan kewajiban antar pekerja dan pengusaha. Sedangkan menurut
Moekijat mengartikan bahwa Pemberhentian adalah pemutusan hubungan kerjas
seseorang karyawan dengan suatu organisasi perusahaan.
4 (Empat) tujuan manajemen SDM adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Sosial
Tujuan sosial manajemen sumber
daya manusia adalah agar organisasi atau perusahaan bertanggungjawab secara
sosial dan etis terhadap keutuhan dan tantangan masyarakat dengan meminimalkan
dampak negatifnya.
2. Tujuan Organisasional
Tujuan organisasional adalah
sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.
3. Tujuan Fungsional
Tujuan fungsional adalah tujuan
untuk mempertahankan kontribusi departemen sumber daya manusia pada tingkat
yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
4. Tujuan Individual
Tujuan individual adalah tujuan
pribadi dari tiap anggota organisasi atau perusahaan yang hendak mencapai
melalui aktivitasnya dalam organisasi.
B.
Lingkungan
MSDM
Lingkungan
MSDM
Gambar 1.1 Lingkungan
Manajemen Sumber Daya manusia
Lingkungan
menajemen SDM didefinisikan sebagai serangkaian faktor yang mempengaruhi
kinerja dari fungsi-fungsi/ aktivitas-aktivitas manajemen SDM yang terdiri dari
faktor-faktor internal yang bersumber dari dalam organisasi maupun
factor-faktor eksternal yang bersumber dari luar organisasi .
Faktor
–faktor internal meliputi sistem organisasi,serikat kerja ,budaya /karakter
organisasi dan konflik-konflik internal antara pemilik /pemegang saham dengan
karyawan. Sedangkan faktor-faktor eksternal meliputi perubahan teknologi
,ekonomi pemerintah,nilai-nilai budaya ,dan norma-norma sosial masyarakat
,struktur demografi tuntutan frofesi ,pengaruh internasional ,dan kondisi geografis.
Berikut Bagan mengenai pembagiannya:
a.
Pengaruh
faktor Internal yang mempengaruhi manajemen SDM
Lingkungan internal adalah lingkungan
organisasi yang berada di dalam organisasi tersebut dan secara formal memiliki
implikasi yang langsung dan khusus pada perusahaan. Perusahaan sendiri sesuai
konsep masa kini merupakan kumpulan dari berbagai macam sumber daya,
kapabilitas dan kompetensi yang selanjutnya bisa digunakan untuk membentuk
market position tertentu.
Dengan demikian analisis lingkungan internal
akan meliputi analisis mengenai sumber daya manusia, kapabilitas dan kompetensi
inti yang dimiliki oleh perusahaan. Masing-masing komponen dari analisis
lingkungan internal sebagai berikut:
a.
Fungsional
Salah satu cara yang paling sederhana untuk memahami
dan menganalisis lingkungan organisasi, khususnya lingkungan internal adalah
melalui analisis fungsional yang meliputi fungsi produksi, fungsi pemasaran,
fungsi keuangan, fungsi sumber daya manusia, dan fungsi R&D (Research
development).
b.
Fungsi Pemasaran
Tujuan utama manajer pemasaan adalah
mempengaruhi tingkat, waktu dan karakter permintaan denga suatu cara yang dapat
membantu perusahaan mencapai tujuannya. Manajer pemasaran merupakan jailnan
uama perusahaan dengan pelanggan dan persaingan dan oleh karena itu manajer
pemasaran berkaitan langsung dengan posisi erusahaan di pasar dan bauran
pemasaran.
Di dalam pemasaran yang harus diperhatikan adalah:
a.
Posisi
pasar dan segmentasi pasar
Di mana posisi pasar menentukan sasaran
perusahaan dan mengacu kepada pemilihan spesifik dari kosentrasi pemasaran dan
hal ini diungkapkan menurut bentuk paar, produk dan lokasi geografis. Melalui
penelitian pasar manajer penjualan akan dapat mengklasifikasikan segmentsi
pasar dengan aneka produk yang dihasilkannya.
Keberhasilan manajer penjualan akan dapat
memperbaiki kinerja keiangan perusahaan sebab setelah perusahaan dapt menjual
produk maka langkah berikutnya perusahaan akan mendapatkan uang dari hasil
penjualan tersebut.
b.
Bauran
pemasaran.
Mengacu kepada kombinasi variable dari
produk, distribusi, promosi, dan harga. Produk itu sendiri terdapat beberapa
variable yang harus diperhatikan yaitu kualitas, fasilitas, pilihan, model,
nama merek, kemasan, ukuran, layanan, jaminan, pengembalian distribusi mencakup
saluran, lokasi perusahaan, persediaan, dan pembayaran promosi berupa
periklanan, penjualan personal, promosi penjualan, publisitas, transportasi. Harga
juga mempengaruhi dalam pemasaran yaitu potongan harga, periode, syarat kredit
dan masih banyak yang lainnya
c.
Siklus
hidup produk
Berkaitan dengan manajemen strategis, salah
satu konsep yang paling berguna dalam pemasaran adalah daur hidup produk.
Siklus hidup produk digambarkan pada penjualan, sejak produk pada tahap
perkenalain, melali tahap pertumbuhan kedewasaan dan akhirnya mencapai
penurunan. Konsep ini memungkinkan seorang manajer pemasaran menguji bauran
pemasaran suatu produk tertentu atau sekumpulan produk, dalam hal daur
hidupnya.
Meskipun orang-orang pemasaran setuju bahwa
produk yang berbeda memiliki bentuk daur hidup yang berbeda pula, pertimbangan
mengenai daur hidup produk merupakan factor penting dalam perumusan strategi.
Faktor
lingkungan internal merupakan faktor-faktor dari dalam organisasi yang
mempengaruhi organisasi dan merupakan faktor yang dapat dikendalikan
(controllable factors).
1. Serikat
Kerja
Merupakan
kumpulan dari beberapa pekerja yang berada di dalam organisasi itu sendiri. Pengembangan
serikat kerja perlu di lakukan sebagai upaya membangun komunikasi antar pekerja
pada level tingkat bawah, menengah dan tinggi. Komunikasi yang di harapkan
adalah terjalin hubungan timbal balik antara organisasi dengan pekerja yang ada.
2. Sistem
Informasi
Organisasi
sangat membutuhkan informasi ketenaga kerjaan yang ada sistem data base
setidaknya memiliki peranan aktif dalam penyampaian informasi yang ada didalam
organisasi itu sendiri.
3. Budaya
Karakteristik Organisasi
Budaya
organisasi menuntut sikap kerja yang baik sikap individualitas perlu
dihilangkan, mengingat organisasi merupakan keterpaduan team work dari setiap
pekerjaan yang ada.
b. Faktor-faktor
lingkungan eksternal yang mempengaruhi manajemen SDM
Lingkungan
eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa
tekanan umum dan tren di dalam lingkungan societal ataupun faktor - faktor
spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi.
Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan
peluang, yang mana memerlukan pengendalian jangka panjang dari manajemen puncak
organisasi.
Ada dua
lingkungan yang berpengaruh disini, yaitu lingkungan societal dan lingkungan
kerja. Lingkungan societal meliputi tekanan-tekanan umum yang mempengaruhi
secara luas, misalnya tekanan di bidang ekonomi, teknologi, politik, hukum, dan
sosial budaya. Tekanan ini terutama sering berpengaruh pada keputusan jangka
panjang organisasi. Sementara itu, lingkungan kerja memasukkan semua elemen
yang relevan dan mempengaruhi organisasi secara langsung. Elemen-elemen
tersebut dapat berupa pemerintah, kreditur, pemasok, karyawan, konsumen,
pesaing, dan lainnya.
a.
Globalisasi
Hill (2007:5) dalam bukunya International
Business menjelaskan globalisasi sebagai pergeseran menuju ekonomi dunia yang
lebih terintegrasi dan saling bergantung satu sama lain. Globalisasi dapat
berupa globalisasi pasar dan globalisasi produksi. Faktor utama pendorong
globalisasi adalah menurunnya halangan untuk perdagangan dan investasi dan
perubahan teknologi.
b.
Perusahaan
di Era Globalisasi
Pasar yang semakin terbuka dan efisiensi yang
tinggi telah mendorong banyak perusahaan untuk menjadi global, atau setidaknya
go international. Perusahaan dapat dikatakan global apabila telah beroperasi di
tiga kawasan besar dunia yang disebut TRIAD, yaitu Jepang, Amerika Serikat, dan
Eropa. Indonesia sendiri juga menjadi sasaran investasi berbagai merek global,
diantaranya Toyota, Nokia, Samsung, Johnson & Johnson, Citigroup, Unilever,
Procter & Gamble, dan Coca Cola.
Keputusan strategik pada perusahaan yang
beroperasi di negara sendiri sangat berbeda dengan apabila ia beroperasi di
negara lain. Setiap negara berbeda dalam hal budaya, sistem politik, sistem
ekonomi, sistem hukum, dan tingkat pertumbuhan ekonomi. Semua ini menjadikan
pengkajian lingkungan eksternal perusahaan tugas yang semakin rumit karena
perusahaan memerlukan praktik dan pendekatan yang berbeda-beda di tiap negara.
Perubahan- perubahan dalam lingkungan
organisasi bervariasi tergantung pada seberapa besar faktor-faktor lingkungan
tersebut mempengaruhi aspek-aspek organisasi.
Dengan berjalanannya perubahan-perubahan
lingkungan, maka manajemen SDM perlu untuk mengambil langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Mengamati
perubahan lingkungan.
Pihak manajemen SDM harus selalu
menginformasikan terjadinnya perubahaan lingkungn melalui keikutsertaan dalam
berbagai asosiasi professional ,professional ,menghadiri seminar ,memperluas
pengetahuan formal,dan banyak membaca dari berbagai media masa dll.
2. Mengevaluasi
dampak perubahan lingkungan
Apabila
informasi baru di peroleh,maka pihak manajemen SDM akan mengevalusasi dampak
informasi tersebut terhadap organisasi pada saat ini dan pada masa depan.
3. Mengambil
langkah-langkah proaktif
Pihak
manajemen SDM melakukan langkah-langkah pendekatan dalam mencari kesempatan
atas hasil evaluasi dampak perubahan lingkungan tersebut untuk membantu
organisasi mencapai tujuannya.
4. Memperoleh
dan menganalisis umpan balik
Hasil
dan aktivitas proaktif karyawan dievaluasi untuk melihat tingkat pencapaian
hasil akhir yang diinginkan .
C. Peran
Manajemen SDM dalam organisasi
Sumber
daya manusia merupakan asset organisasi yang sangat vital, karena itu peran dan
fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Betapapun modern
teknologi yang digunakan, atau seberapa banyak dana yang disiapkan, namun tanpa
sumber daya manusia yang professional semuanya menjadi tidak bermakna.
Eksistensi
sumber daya manusia dalam kondisi lingkungan yang terus berubah tidak dapat
dipungkiri, oleh karena itu dituntut kemampuan beradaptasi yang tinggi agar
mereka tidak tergilas oleh perubahan itu sendiri. Sumber daya manusia dalam
organisasi harus senantiasa berorientasi terhadap visi, misi, tujuan dan
sasaran organisasi di mana dia berada di dalamnya.
Untuk
mencapai visi, misi, dan tujuan tersebut tentu manusia tersebut harus mempunyai
nilai kompetensi, karakteristik kompentensi menurut Spencer and spencer
(1993:9-11) ada lima karakteristik kompentensi yaitu:
1. Motif
(motive)
Apa
yang secara konsisten dipikirkan atau keinginan-keinginan yang menyebabkan
melakukan tindakan. Apa yang mendorong, perilaku yang mengarah dan dipilih
terhadap kegiatan atau tujuan tertentu.
2. Sifat/ciri
bawaan (trait)
Ciri
fisik dan reaksi-reaksi yang bersifat konsisten terhadap situasi atau
informasi.
3. Konsep
diri (self concept)
Sikap
nilai dari orang-orang.
4. Pengetahuan
(knowledge)
Yaitu
suatu informasi yang dimiliki seseorang pada bidang yang spesifik. Pengetahuan
merupakan kompetensi yang kompleks. Biasanya tes pengetahuan mengukur kemampuan
untuk memilih jawaban yang paling benar, tapi tidak bisa melihat apakah
seseorang dapat melakukan pekerjaan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya
itu.
5. Keterampilan
(skill)
Kemampuan
untuk mampu melaksanakan tugas-tugas fisik dan mental tertentu.
Walaupun
demikian agar peran sumber daya manusia tersebut dapat sinkron dengan visi,
misi, tujuan dan harapan organisasi maka manusia sebagai salah satu sumber daya
harus dapat melakukan penyesuaian terhadap perkembangan organisasi yang semakin
kompetitive. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dan merespon
perubahan tersebut, menurut (Tjutju,2008) ada empat strategi utama untuk
melakukan perubahan, yaitu dengan melakukan:
1. Pengendalian
diri secara lebih baik dengan disertai kearifan.
2. Beradaptasi
dengan perubahan yang terjadi sambil mengubah paradigma berfikir dan bertindak.
3. Komunikasi
yang efektif untuk membangun kepercayaan dan mengembangkan networking.
4. Penyelarasan
dan/atau menyeimbangkan antara kematangan IQ, EQ dan ESQ.
Dengan
stategi tesebut, sekurang-kurangnya sumber daya manusia dalam organisasi akan
melakukan upaya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan global yang cenderung
bersifat tanpa batas.
Menurut
Lengnick-Hallada empat peran baru yang harus dijalankan oleh manajemen sumber
daya manusia dalam menghadapi sejumlah tantangan global, yaitu:
1. Human
Cafital Steward.
2. Knowledge
Facilitator.
3. Relationship
Builder.
4. Rapid
Deployment Specialist.
Ø Cakupan
MSDM :
1. Melakukan
analisis jabatan.
2. Merencanakan
kebutuhan tenaga kerja dan merekrut calon tenaga kerja.
3. Menyeleksi
calon tenaga kerja.
4. Memberikan
orientasi dan pelatihan bagi karyawan baru.
5. Menata
olah upah dan gaji.
6. Menyediakan
insentif dan kesejahteraan.
7. Menilai
kinerja.
8. Mengkomunikasikan
(wawancara, penyuluhan, pendisiplinan).
9. Pelatihan
dan pengembangan.
10. Membangun
komitmen karyawan.
Ø MSDM
penting bagi Manajer karena agar tidak terjadi :
1. Mempekerjakan
orang tidak cocok dengan pekerjaan.
2. Mengalami
perputaran karyawan yang tinggi.
3. Menemukan
orang-orang Anda tidak melakukan yang terbaik.
4. Perusahaan
berurusan dengan pengadilan.
5. Perusahaan
berada di bawah undang-undang keselamatan kerja.
6. Memiliki
karyawan yang berfikir bahwa gaji mereka tidak adil.
7. Membiarkan
kekurangan pelatihan.
8. Praktik
tenaga kerja yang tidak adil.
Ø MSDM
yang Strategik :
1. Kenyataan
bahwa karyawan dewasa ini adalah sentral untuk mencapai keunggulan bersaing
telah mengarah ke munculnya bidang yang dikenal sebagai MSDM yang Strategik.
2. MSDM
yang Strategik didefinisikan sebagai tautan dari SDM dengan tujuan dan sasaran
strategik untuk meningkatkan kinerja bisnis dan mengembangkan kulturorganisasi.
Ø Peran
SDM sebagai Mitra Strategik :
1. Pandangan
bahwa SDM itu langsung operasional dan kegiatan SDM sama sekali tidak
strategik.
2. Pandangan
yang lebih canggih SDM hanya untuk mencocokkan strategi perusahaan.
3. MSDM
merupakan suatu mitra sejajar dalam proses perencanaan strategik.
Ø Peran
SDM dalam Perumusan Strategi
1. MSDM
dapat memainkan peran sebagai pengamatan lingkungan.
2. SDM
adalah suatu posisi yang unik untuk memasok inteligensi bersaing yang mungkin
bermanfaat dalam proses perencanaan strategik.
3. SDM
juga berpartisipasi dalam proses formulasi strategi dengan mensuply informasi
tentang kekuatan dan kelemahan internal perusahaan.
4. Kekuatan
dan kelemahan sdm memiliki satu efek pada kelangsungan hidup dari pilihan
strategik perusahaan.
Ø SDM
diarahkan untuk mengembangkan dan melaksanakan program yang dirancang untuk
menciptakan sebuah kultur perusahaan yang mencapai :
1. Doronglah
satu semangat kerja tim dan kerjasama dalam dan di tengah unit bisnis untuk
bekerja menuju sasaran bersama, dengan satu tekanan pada mengidentifikasi,
mengakui, dan mengimbali keunggulan individu dan unit.
2. Doronglah
sikap kewiraswastaan dikalangan manajer dan sikap berfikir inovatif di kalangan
karyawan.
3. Tekankanlah
komonalitas kepentingan diantara karyawan dan pemegang saham.
D. Etika
dan MSDM
Untuk
memahami apakah “ etika “ maka perlu membandingkannya dengan moralitas. Baik
etika dan moralitas sering dipakai secara dapat dipertukarkan dengan pengertian
yang sering disamakan begitu saja.
Sehubungan
dengan hal tersebut, secara teoritis dapat membedakan dipengertian etika yaitu
berasal dari bahasa Yunani “ Ethos “ berarti adat istiadat atau kebiasaan.
Sehingga dalam pengertian ini, etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang
baik, baik pada diri seseorang maupun suatu masyarakat atau kelompok
masyarakat. Hal ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup
yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasan yang dianut dan
diwariskan dari satu orang ke orang lain atau dari satu generasi ke generasi
yang lainnya.
Pengertian
tersebut relatif sama dengan moralitas. Moralitas berasal dari bahasa latin
“Mos” yang dalam bentuk jamaknya “ Mores” berarti adat istiadat atau kebiasaan.
Jadi pengertian secara umum ,etika dan moralitas ,sama-sama berarti sistem
nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah di
institusinalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam
pola perilaku yang konsisten dan berulang dalam kurun waktu yang lama sebaimana
layaknya sebuah kebiasaan.
Kedua,
etika juga dipahami dalam pengertian yang sekaligus berbeda dengan moralitas.
Dalam pengertian kedua ini etika mempunyai pengertian yang jauh lebih luas dari
moralitas dan etika dalam pengertian pertama diatas. Etika dalam pengertian
kedua ini sebagai filsafat moral , atau ilmu yang membahas nilai dan noerma
yang diberikan oleh moralitas dan etika dalam pengertian pertama.
Dengan
demikian, etika dalam pengertian yang pertama berisikan nilai dan norma-norma
konkrit yang menjadi pedoman dan pegangan hisup manunia dalam kehidupanya. Hal
ini berkaitan dengan perintah dan larangan langsung yang nyata. Dan pengertain
etika pada kedua adalah lebih normatif dan oleh karena itu mengikat setiap
pribadi manusia.
Dengan
demikian, etika dalam pengertian kedua dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis
dan rasional mengenai :
a.
Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana
manusia harus hidup baik sebagai manusia.
b.
masalah-masalah kehidupan manusia dengan
mendasarkan diri pada nilai dan norma-norma
moral yang umum diterima.
Menurut
Magnis Suseno , Etika adalah Sebuah ilmu dan bukan ajaran, yang menurutnya
adalah etika dalam pengertian kedua. Sebagai ilmu yang terutama
menitik-beratkan refleksi kritis dan rasional, etika dalam kedua ini
mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu harus dilaksanakan dalam
siuasi konkret tertentu yang dihadapai seseorang.
Sehingga
, etika membutuhkan evaluasi kritis atas semua seluruh situasi yang terkait.
Dibutuhkan semua informasi seluas dan selengkap mungkin baik menyangkut nilai
dan norma moral, maupun informasi empiris tentang situasi yang bahkan belum
terjadi atau telah terjadi untuk memungkinkan seseorang.bisa mengambil
keputusan yang tepat, baik tentang tindakan yang akan dilakukan maupun tentang
tindkan yang telah dilakukan oleh pihak tertentu.
Dalam
hal ini, masuk beberapa pertimbangan mengenai : motif, tujuan, akibat pihak
terkait, dampaknya, besarnya resiko bila dibandingkan manfaat, keadaan prsikis
pelaku, tindakan intelegensi dan sebagainya.
Dalam bahasa Kant, etika berusaha menggugah
kesadaran manusia untuk bertindak seara otonom dan bukan secara heteronom.
Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas tetapi dapat
dipertanggung-jawabkan. Kebebasan dan tanggung-jawab adalah unsure pokok dari
otonomi moral yang merupakan salaah satu prinsip utama moralitas, termasuk
etika.
RINGKASAN
Manajemen
sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah
pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Lingkungan
menajemen SDM didefinisikan sebagai serangkaian faktor yang mempengaruhi
kinerja dari fungsi-fungsi/ aktivitas-aktivitas manajemen SDM yang terdiri dari
factor-faktor internal yang bersumber dari dalam organisasi maupun
factor-faktor eksternal yang bersumber dari luar organisasi .
Faktor
–faktor internal meliputi sistem organisasi,serikat kerja ,budaya /karakter
organisasi dan konflik-konflik internal antara pemilik /pemegang saham dengan
karyawan. Sedangkan faktor-faktor eksternal meliputi perubahan teknologi
,ekonomi pemerintah,nilai-nilai budaya ,dan norma-norma sosial masyarakat
,struktur demografi tuntutan frofesi ,pengaruh internasional ,dan kondisi
geografis.
Dengan berjalanannya perubahan-perubahan
lingkungan, maka manajemen SDM perlu untuk mengambil langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Mengamati
perubahan lingkungan.
Pihak manajemen SDM harus selalu
menginformasikan terjadinnya perubahaan lingkungn melalui keikutsertaan dalam
berbagai asosiasi professional ,professional ,menghadiri seminar ,memperluas
pengetahuan formal,dan banyak membaca dari berbagai media masa dll.
2. Mengevaluasi
dampak perubahan lingkungan
Apabila
informasi baru di peroleh,maka pihak manajemen SDM akan mengevalusasi dampak
informasi tersebut terhadap organisasi pada saat ini dan pada masa depan.
3. Mengambil
langkah-langkah proaktif
Pihak
manajemen SDM melakukan langkah-langkah pendekatan dalam mencari kesempatan
atas hasil evaluasi dampak perubahan lingkungan tersebut untuk membantu
organisasi mencapai tujuannya.
4. Memperoleh
dan menganalisis umpan balik
Hasil
dan aktivitas proaktif karyawan dievaluasi untuk melihat tingkat pencapaian
hasil akhir yang diinginkan .
Lingkungan internal adalah lingkungan
organisasi yang berada di dalam organisasi tersebut dan secara formal memiliki
implikasi yang langsung dan khusus pada perusahaan. Perusahaan sendiri sesuai
konsep masa kini merupakan kumpulan dari berbagai macam sumber daya,
kapabilitas dan kompetensi yang selanjutnya bisa digunakan untuk membentuk
market position tertentu.
Lingkungan eksternal meliputi
variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di
dalam lingkungan societal ataupun faktor - faktor spesifik yang beroperasi di
dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini
terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang, yang mana memerlukan
pengendalian jangka panjang dari manajemen puncak organisasi.
Sumber daya manusia merupakan asset
organisasi yang sangat vital, karena itu peran dan fungsinya tidak bisa digantikan
oleh sumber daya lainnya. Betapapun modern teknologi yang digunakan, atau
seberapa banyak dana yang disiapkan, namun tanpa sumber daya manusia yang
professional semuanya menjadi tidak bermakna.
Eksistensi sumber daya manusia dalam
kondisi lingkungan yang terus berubah tidak dapat dipungkiri, oleh karena itu
dituntut kemampuan beradaptasi yang tinggi agar mereka tidak tergilas oleh
perubahan itu sendiri. Sumber daya manusia dalam organisasi harus senantiasa
berorientasi terhadap visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi di mana dia
berada di dalamnya.
Dalam menghadapi situasi lingkungan
yang terus berubah menuntut pergeseran peran manajemen sumber daya manusia dari
paradigma lama (yang berfokus pada implementasi Fungsi operatif ) menuju
paradigma baru (yang berfokus pada empowering human capital dalam menjalankan
knowledge management), maka manusia sebagai salah satu sumber daya harus
mempunyai nilai kompetensi dengan selalu mengikuti perkembangan jaman dengan
selalu meningkatkan ilmu pengetahuan.
Cakupan MSDM :
1. Melakukan
analisis jabatan.
2. Merencanakan
kebutuhan tenaga kerja dan merekrut calon tenaga kerja.
3. Menyeleksi
calon tenaga kerja.
4. Memberikan
orientasi dan pelatihan bagi karyawan baru.
5. Menata
olah upah dan gaji.
6. Menyediakan
insentif dan kesejahteraan.
7. Menilai
kinerja.
8. Mengkomunikasikan
(wawancara, penyuluhan, pendisiplinan).
9. Pelatihan
dan pengembangan.
10. Membangun
komitmen karyawan.
Etika
dalam pengertian yang pertama berisikan nilai dan norma-norma konkrit yang
menjadi pedoman dan pegangan hisup manunia dalam kehidupanya. Hal ini berkaitan
dengan perintah dan larangan langsung yang nyata. Dan pengertain etika pada
kedua adalah lebih normatif dan oleh karena itu mengikat setiap pribadi
manusia.
Etika
adalah Sebuah ilmu dan bukan ajaran, yang menurutnya adalah etika dalam
pengertian kedua. Sebagai ilmu yang terutama menitik-beratkan refleksi kritis
dan rasional, etika dalam kedua ini mempersoalkan apakah nilai dan norma moral
tertentu harus dilaksanakan dalam siuasi konkret tertentu yang dihadapai
seseorang.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
1.
Apa yang dimaksud dengan manajemen sumber
daya manusia?
2.
Apa pentingnya Orientasi, Pelatihan dan
Pengembangan dalam suatu perusahaan?
3.
Apa fungsi evaluasi dalam perusahaan?
4.
Apa definisi dari lingkungan manajemen
sumber daya manusia?
5.
Bagaimana pengaruh lingkungan internal
yang mempengaruhi manajemen SDM?
6.
Langkah-langkah apa yang diambil seorang
manajer ketika terjadi perubahan lingkungan?
7.
Bagaimana pengaruh lingkungan eksternal
yang mempengaruhi manajemen SDM?
8.
Bagaimana peran manajemen sumber daya
manusia dalam organisasi?
9.
Bagaimana cara untuk mengatasi ketika terjadi perubahan organisasi yang semakin
kompetitif?
1.
Jelaskan hubungan manusia dengan Manajemen
SDM?
CATATAN BELAKANG
No comments:
Post a Comment