selamat datang kawan,, salam manis dari saya wildan jamaludin

Friday, 30 September 2016

PENGANTAR MANAJEMEN

MAKALAH
Tugas Pengantar manajemen
 mengamati salah satu perusahaan nasional
Pengampu : Adhitya Yoga Prasetya, S.I.P., S.E., M.M.

logo.png








Disusun Oleh :
                               M.WILDAN JAMALUDIN        (T01.15.0011)


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
TOTALWIN SEMARANG
2016






KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai .Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

            Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

            Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


                                                                                        Semarang, 01 Januari 2016
                                                                                         Penyusun

                                                                                        M. Wildan jamaludin


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................  I
DAFTAR ISI ..............................................................................................  II
BAB I          : PENDAHULUAN ..............................................................  1
A.  LATAR BELAKANG .................................................  1
B.  VISI ................................................................................  2
C.  MISI ...............................................................................  2

BAB II         : PEMBAHASAN .................................................................  3
A.  STRUKTUR ORGANISASI ......................................  3
B.  URAIAN TUGAS ........................................................  4
C.  ANALISIS EKSTERNAL ..........................................  6

BAB III       : PENUTUP ...........................................................................  10
A.  KESIMPULAN ............................................................  10
B.  SARAN ..........................................................................  10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 11




BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPPI
Awal Pendirian

PT Aqua Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 di Indonesia. Ide mendirikan perusahaan AMDK timbul ketika Tirto bekerja sebagai pegawai pertamina pada awal tahun 1970an. Ketika itu Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika serikat, namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang disebabkan karena mengonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari Negara barat tidak terbiasa meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan.

Ia dan saudara-saudaranya mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan. Ia meminta adiknya, Slamet utomo untuk magang di Polaris, sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu telah beroperasi 16 tahun di Thailand. Tidak megherankan bila pada awalnya produk Aqua menyerupai Polaris. Mulai dari bentuk botol kaca, merk, mesin pengolahan air, sampai mesin pencuci botol serta pengisi air.

Tirto medirikan pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu Golden Mississippi dengan kapasitas produksi 6.000.000 (enam juta) liter per tahun, Tirto sempat ragu dengan nama Golden Mississippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya, ekspatriat, namun terdengar asing ditelinga orang Indonesia. Konsultannya, Eulindra Lim mengusulkan untuk menggunakan nama Aqua karena cocok terhadap image air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. Ia setuju dan mengubah merk produknya dari puritas menjadi Aqua. Dua tahun kemudian, produksi pertama Aqua diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950 ml dengan harga Rp.75, hampir dua kali lipat harga bensin yang ketika itu bernilai Rp.46 untuk 1.000 ml.

B.       VISI
AQUA telah menjadi bagian dari keluarga sehat Indonesia selama lebih dari 40 Tahun. Sebagai pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume penjualan AQUA merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air mineral.

C.      MISI
1)      Melakukan program untuk menyehatkan konsumen Indonesia dan Asia Pasifik
2)      Meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar degan standar dunia. pemberian lisensi disertai dengan kewajiban penerapan standar produksi dan pengendalian mutu yang prima
3)      Menyiapkan sumber air minum dalam kemasan  yang sehat yang murni, bening, dan bebas bakteri dengan melakukan pengujian produk setiap tetesnya berdasarkan standar internasional.
4)      Meningkatkan kualitas management diseluruh organiasi dan Peningkatan Research & Development menuju AQUA ISO 9002.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    STRUKTUR ORGANISASI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic3FCjQOgXvzVKbr11xcnsZVG5_LbMyV5Y3JTM9MVt-2cyEVw6_wVM7pSb0ZxgkTa6bzOmY8n_IH9CBX0sCEXANczp7qK8Dnb_WFWQbdgB8WBVap26o0Dic2VVuPabatYElxBlEUWuMmI/s1600/AQUA.jpg















                                                                                                                           



B.     URAIAN TUGAS
1)      Dewan Komisaris
a.       Melakukan pengawasan atas jalannya usaha PT dan memberikan nasihat kepada direktur
b.      Dalam melakukan tugas, dewan direksi berdasarkan kepada kepentingan PT dan sesuai dengan maksud dan tujuan PT.
c.       Kewenangan khusus dewan komisaris, bahwa dewan komisaris dapat diamanatkan dalam anggaran dasar untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu direktur, apabila direktur berhalangan atau dalam keadaan tertentu

2)      Direktur Utama
a.       Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan.
b.      Memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (manajer)
c.       Menyetujui anggaran tahunan perusahaan
d.      Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan

3)      Direktur Keuangan Finance & Accounting
a.       Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat dan tepat waktu.
b.      Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan dan pembayaran kewajiban pajak perusahaan agar efisien, akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.
c.       Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus kas perusahaan (cashflow), terutama pengelolaan piutang dan hutang, sehingga memastikan ketersediaan dana untuk operasional perusahaan dan kesehatan kondisi keuangan.
d.      Merencanakan dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran perusahaan, dan mengontrol penggunaan anggaran tersebut untuk memastikan penggunaan dana secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan.
e.       Merencanakan dan mengkoordinasikan pengembangan sistem dan prosedur keuangan dan akuntansi, serta mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan berjalan dengan tertib dan teratur, serta mengurangi risiko keuangan.
f.       Mengkoordinasikan dan melakukan perencanaan dan analisa keuangan untuk dapat memberikan masukan dari sisi keuangan bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis, baik untuk kebutuhan investasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan lainnya
g.      Merencanakan dan mengkonsolidasikan perpajakan seluruh perusahaan untuk memastikan efisiensi biaya dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan.

4)      Direktur Pemasaran Sales & Marketing
a.       Menentukan harga jual, produk yang akan dilaunching, jadwal kunjungan serta system promosi untuk memastikan tercapainya target penjualan
b.      Memonitor perolehan order serta merangkumkan forecast untuk memastikan kapasitas produksi terisi secara optimal
c.       Memonitor jumlah stock seluruh Dept. Sales & Marketing untuk memastikan umur stock perusahaan tidak melebihi target yang telah ditentukan.
d.      Menganalisa dan mengembangkan strategi marketing untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan area sesuai dg target yang ditentukan.
e.       Menganalisa dan memberikan arah pengembangan design & warna, untuk memastikan pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan pasar.
f.       Melakukan evaluasi kepuasan pelanggan dari hasil survey seluruh sales team untuk memastikan tercapainya target kepuasan pelanggan yang ditentukan
g.      Menerapkan budaya, sistem, dan peraturan intern perusahaan serta menerapkan manajemen biaya, untuk memastikan budaya perusahaan dan sistem serta peraturan dijalankan dengan optimal.

5)      Direktur Personalia
a.       Merencanakan perekrutan karyawan sesuai dengan kebutuhan masing-masing departemen. 
b.      Mengatur kegiatan yang berhubungan dengan karyawan dan menciptakan suasana kerja yangnyaman dan berdisiplin.
c.       Menampung dan mencari keluhan karyawan.
d.      Mengatur dan merencanakan training untuk peningkatan ketrampilan karyawan.
e.       Bertanggungjawab terhadap disiplin kerja karyawan.

6)      Direktur Produksi
a.       Mengendalikan semua proses produksi perusahaan.
b.      Mengontrol jalannya proses produksi.
c.       Bertanggung jawab atas kelancaran proses produksi.
d.      Bertanggung jawab atas hasil produksi.

C.    ANALISIS EKSTERNAL
1.        Persaingan antar Perusahaan Saingan
Kebutuhan masyarakat akan air minum meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk. Kesadaran masyarakat akan butuhnya air minum yang bersih dan menyehatkan berpengaruh pada persepsi masyarakat akan konsumsi Air Minum Dalam Kemasan. Atas dasar itulah, banyak pemain baru yang masuk dalam industri ini.

Menurut data Aspadin(Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia), tercatat lebih dari 400 perusahaan AMDK dan lebih dari 600 merek yang ada di pasaran. Hal ini menjelaskan bahwa beberapa perusahaan memiliki lebih dari satu merek untuk merespon tuntutan pasar yang beragam mulai dari harga sampai dengan kualitas. Sebagai contoh, PT. Golden Aqua Mississipi yang memproduksi Aqua juga memproduksi VIT.

Pemain dalam Industri butuh usaha ekstra keras untuk meningkatkan  produk yang berbeda, kualitas yang terjamin dan brand image. Kondisi persaingan sangat ketat karena banyak pesaing menjual produk AMDK yang sama. Untuk itu diperlukan informasi pasar dan kondisi pesaing terutama kelemahan dan kekuatan pesaing. Informasi itu penting berhubungan dengan penggunaan kebijakan tentang produk, harga, promosi dan distribusi.

2.        Potensi masuknya pesaing baru
Di Indonesia Dari tahun ke tahun konsumsi air kemasan terus meningkat, tercatat tahun 1973 kapasitas produksi hanya 6 juta liter per tahun. Tahun 2001 meningkat tajam menjadi 5,4 milyar liter. Setahun kemudian naik 31,5% menjadi 7,1 milyar liter. Lalu pada 2003 meningkat 14,1% mencapai 8,1 milyar liter. Tahun 2011 konsumsi air kemasan mencapai 17,3 milyar liter meningkat 23% di bandingkan tahun 2010. Tahun 2012 diperkirakan konsumsi air kemasan meningkat menjadi 19,88 milyar liter per tahun.

Dengan data di atas maka terdapat potensi masuknya pesaing baru di indonesia, karena permintaan akan AMDK semakin meningkat. Tetapi dengan banyaknya merk atau produk yang sudah ada sekarang, maka pemerintah harus ekstra ketat mengawasi keberlangsungan produk tersebut, karena banyak survey yang menyatakan terdapat produk AMDK yang membahayakan untuk konsumen.

Sehingga proses pengolahan dan pembuatan AMDK harus mempunyai standart khusus yang sudah ditetapkan. Dan pendatang baru juga harus memperhatikan skala ekonomi, perbedann produk yang eksklusif, identitas merek, kebutuhan modal, akses ke dalam distribusi, keuntungan dari biaya absolute, akses yang dibutuhkan, kebijakan pemerintah, dan balasan yang diharapkan. Dengan demikian tidak semakin bertambah merek AMDK yang ada dalam pasaran, dan akan mengurangi persaingan di industry.

3.        Potensi pengembangan produk-produk pengganti
Salah satu ancaman dalam industri AMDK adalah air isi ulang. Meskipun merek-merek tertentu telah memberi peringatan untuk tidak boleh mengisi dengan produk lain, tetapi hal itu tidak berpengaruh karena pengawasan tidak ketat dalam aplikasinya. Terlebih harga air mineral isi ulang yang lebih murah dan tetap praktis. Apalagi melihat harga kebutuhan pokok semakin meningkat, tentu masyarakat menengah ke bawah lebih memilih alternative tersebut karena kebutuhan akan air mineral tidak mungkin dikurangi.

4.        Daya tawar pemasok
Dalam industri AMDK tentu pemasok mempunyai daya tawar yang tinggi, karena kebutuhan akan bahan baku plastik untuk membuat kemasan (galon, botol, dan gelas) tidak ada penggantinya. Dan tentu akan berpengaruh terhadap persangan dan juga biaya yang di keluarkan perusahaan.
5.        Daya tawar konsumen
Dalam industri AMDK daya tawar pembeli cukup tinggi, mengingat banyak alternative lain yang tersedia di pasaran. Tetapi tidak terlalu mengancam dalam industri terutama merk AQUA karena berorientasi terhadap kualitas. Jika konsumen sudah percaya dan loyal terhadap air mineral yang di konsumsi pasti ia tidak akan mudah beralih. Apalagi produk yang di konsumsi berkaitan dengan kesehatan, pasti tidak akan main-main dalam menetukan pilihannya, meskipun banyak merek yang ada.



BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Berdasarkan model lima factor kekuatan porter di atas maka dapat disimpulkan bahwa, industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) tidak  mempunyai ancaman yang cukup serius dalam persaingan baik dalam industry maupun pendatang baru, karena orientasi konsumen cenderung terhadap kualitas produk. Dan hanya sebagian kecil dari konsumen yang orientasinya terhadap harga. Tetapi masalah yang menjadi ancaman bagi industri AMDK adalah faktor lingkungan. Mengingat industri ini yang mengakibatkan limbah plastik semakin meningkat dan hampir tidak bisa dimusnahkan. Meskipun berbagai alternative telah dilakukan tetapi belum dapat dirasakan keberhasilannya.

Peluang dalam industri Air Mineral Dalam Kemasan sangat baik, yaitu dapat kita lihat semakin bertambahnya penduduk Indonesia baik dilihat dalam tingkat kehamilan dan kelahiran, maka memberi peluang yang cemerlang karena dapat meningkatkan penjualan yang berdampak terhadap peningkatan produksi,  peningkatan tenaga kerja, peningkatan pendapatan dan peningkatan laba bagi perusahaan. Dan juga peran pemerintah untuk mensosialisasikan cara hidup sehat untuk minum air 10-11 gelas per hari per orang juga mendatangkan peluang bagi industri AMDK untuk meningkatkan produksinya.

B.     SARAN
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.

DAFTAR PUSTAKA




Tuesday, 27 September 2016

TEORI EKONOMI (permintaan dan penawaran uang)

MAKALAH
Tugas Teori Ekonomi
 Permintaan dan Penawaran Uang
Pengampu : Diana Aqmala, S.E,.M.M

logo.png








Disusun Oleh :
                               M.WILDAN JAMALUDIN        (T01.15.0011)
                               M.ABDUL GHOFUR                 (T01.15.0005)
                               FAISAL ARIS                             (T01.15.00   )
                               AGUSTINA INA NOSE            (T01.15.00   )


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
TOTALWIN SEMARANG
2016


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai .Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

            Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

            Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


                                                                                        Semarang, 27 Mei 2016
                                                                                         Penyusun

                                                                                        Kelompok 1


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................  I
DAFTAR ISI ..............................................................................................  II
BAB I          : PENDAHULUAN ..............................................................  1
A.  LATAR BELAKANG .................................................  1
B.  RUMUSAN MASALAH .............................................  2

BAB II         : PEMBAHASAN .................................................................  3
A.  PERMINTAAN DAN PEAWARAN UANG ...........  3
a.      Permintaan Uang ....................................................  3
b.      Faktor-faktor yang mempengaruhi ......................  4
c.       Kurva permintaan uang .........................................  5
d.      Penawaran uang .....................................................  7
e.       Kurva penawaran uang .........................................  8
f.       Factor-faktor yang mempengaruhi .......................  9

BAB III       : PENUTUP ...........................................................................  11
A.  KESIMPULAN ............................................................  11
B.  SARAN ..........................................................................  12

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................  13




BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem'barter'yaitu  barang yang ditukar dengan barang.

Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted) benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai Salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.
Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga  penentuan nilai uang, penyimpanan
 storage  dan pengangkutan transportation  menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.

B.     RUMUSAN MASALAH
a.       Apa pengertian Permintaan Uang?
b.      Apa Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang?
c.       Bagaimana Kurva Permintaan Uang Menurut Motif Transaksi?
d.      Apa pengertian Penawaran uang?
e.       Apa factor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang?
f.       Bagaimana kurva penawaran uang?



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Permintaan dan Penawaran Uang
1. Permintaan Uang
Permintaan uang merupakan sejumlah uang yang diminta  atau yang diinginkan oleh masyarakat untuk tujuan transaksi, tujuan berjaga-jaga, dan tujuan spekulasi. Permintaan uang dipengaruhi oleh tiga motif seperti yang dikemukakan oleh J.M. Keynes, yaitu motif transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi.
a.         Motif Untuk Bertransaksi
Setiap orang mempunyai berbagai macam kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhannya seseorang membutuhkan uang. Alasan sesorang memegang uang adalah karena uang dapat digunakan untuk melakukan segala bentuk transaksi guna memenuhi kebutuhannya. Misalnya, setiap akan berangkat ke sekolah, pasti kalian meminta uang saku pada orang tua kalian. Uang tersebut kalian gunakan untuk membayar transportasi, membeli jajanan, dan kebutuhan lainnya.
b.        Keinginan untuk Berjaga-jaga
Dalam kenyataan, tidak semua uang akan digunakan untuk tujuan transaksi. Tentu ada sebagian uang yang ditahan dalam bentuk uang kas dengan tujuan tidak untuk dibelikan barang pada saat itu, tetapi untuk berjaga-jaga. Kondisi masa depan yang tidak terduga mendorong orang untuk menyimpan uang kas berdasarkan motif berjaga-jaga. Memegang uang untuk berjaga-jaga juga dapat digunakan untuk kesejahteraan diri atau keluarga yang lebih baik. Misalnya, kalian menabung di bank dengan tujuan untuk biaya melanjutkan sekolah di masa depan.
Motif ini juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan seseorang. Semakin tinggi pendapatan seseorang, maka kemampuan menyimpan uang kas untuk berjaga-jaga semakin tinggi. Hal tersebut akan membawa kebutuhan yang semakin tinggi akan perlunya uang untuk berjaga-jaga. Secara keseluruhan, semakin tinggi pendapatan, maka kebutuhan masyarakat terhadap uang untuk berjaga-jaga juga semakin tinggi.
c.       Keinginan untuk Berspekulasi
Uang dapat digunakan sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan. Motivasi menyimpan uang untuk memperoleh keuntungan disebut motif spekulasi. Motif spekulatif diwujudkan dalam pembelian surat-surat berharga, seperti saham dan obligasi (surat utang). Motif ini dipengaruhi oleh tingkat bunga.
Pendapatan dari memegang obligasi adalah pendapatan bunga dan dari selisih harga penjualan obligasi. Pada tingkat bunga yang terlalu tinggi, permintaan uang kas menjadi rendah. Bila tingkat bunga yang berlaku dianggap terlalu rendah, masyarakat menganggap lebih menguntungkan jika memegang uang kas, sehingga keinginan untuk berspekulasi turun.

2.        Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Uang
Dua faktor utama yang memengaruhi permintaan uang adalah pendapatan dan tingkat bunga. Selain itu, permintaan uang dipengaruhi oleh:
a.         Selera Masyarakat
Selera masyarakat akan memengaruhi permintaan uang. Misalnya, peningkatan selera masyarakat terhadap barang-barang impor yang mahal akan meningkatkan permintaan terhadap uang kas untuk tujuan transaksi.
b.        Kekayaan dari Masyarakat
Apabila suatu masyarakat semakin kaya, maka permintaan terhadap uang cenderung meningkat. Namun, tidak selalu bahwa kenaikan kekayaan yang cukup besar akan secara otomatis meningkatkan permintaan uang kas. Mungkin, ada sebagian yang diwujudkan dalam bentuk tabungan atau surat berharga jangka pendek.
c.         Tersedianya Fasilitas Kredit
Dengan makin banyak serta mudahnya fasilitas kredit seperti kartu kredit dan pembayaran angsuran maka permintaan uang kas semakin kecil.
d.        Kepastian tentang Pendapatan yang Diharapkan
Apabila masyarakat memiliki kepastian tentang pendapatan yang diharapkan di masa mendatang maka permintaan uang cenderung turun. Sebaliknya, apabila masyarakat tidak yakin bahwa pendapatan yang diharapkan kemungkinan tidak menjadi kenyataan maka permintaan uang kas cenderung naik.
e.         Harapan tentang Harga
Apabila masyarakat menganggap bahwa di kemudian hari harga-harga barang dan jasa akan turun mereka akan cenderung menahan uang kas dan menunda pembelian barang. Sebaliknya, apabila diperkirakan harga akan naik, permintaan uang oleh masyarakat cenderung turun.
f.         Sistem/Cara Pembayaran yang Berlaku
Cara pembayaran ini berhubungan erat dengan sistem atau proses produksi barang. Apabila proses produksi mulai dari bahan mentah sampai barang jadi dan distribusinya dilakukan oleh beberapa perusahaan berbeda dengan pembayaran kontan maka permintaan uang kas semakin besar.

3.        Kurva Permintaan Uang Menurut Motif Transaksi
Banyak sedikitnya permintaan uang untuk transaksi ditentukan oleh pendapatan. Semakin tinggi pendapatan, semakin banyak uang yang diperlukan untuk transaksi. Hal ini dapat digambarkan dalam kurva berikut.

Kurva Permintaan Uang Menurut Motif Transaksi


Pada saat pendapatan sebesar Y0, permintaan uang untuk transaksi sebanyak M0. Dan pada saat pendapatan naik menjadi Y1, permintaan uang untuk transaksi sebanyak M1.
4.        Kurva Permintaan Uang Menurut Motif Berjaga-jaga
Kurva Permintaan Uang Menurut Motif Berjaga-jagaBanyak sedikitnya permintaan uang untuk berjaga-jaga juga ditentukan oleh pendapatan. Semakin tinggi pendapatan, semakin banyak uang yang diperlukan untuk berjaga-jaga. Hal ini digambarkan dalam kurva berikut.











Dari Gambar 11.2 tampak bahwa saat pendapatan sebesar Y0 permintaan uang untuk berjaga-jaga sebanyak M0. Ketika pendapatan naik menjadi Y1 permintaan uang untuk berjaga-jaga juga naik sebanyak M1.

5.        Penawaran Uang
Penawaran uang adalah jumlah uang yang ada dan beredar dalam kegiatan perekonomian. Kebijakan moneter bertujuan untuk mengatur penawaran uang atau dengan kata lain mengatur jumlah uang yang beredar. Oleh sebab itu, boleh dikatakan bahwa penawaran uang merupakan tugas pemerintah melalui bank Indonesia.
Penawaran uang dinyatakan dalam rumus:
                        L = M1 + M2 + M3
Keterangan:
L     = Penawaran uang
M1  = Uang logam + uang kartal
M2  = M1 + tabungan yang tidak bisa dicairkan dengan cek + deposito jangka pendek
M3  = M2 + deposito jangka panjang

a.       M1 (Uang Kartal + Uang Giral) yaitu uang beredar dalam arti sempit
Uang kartal atau uang tunai merupakan uang yang biasa anda gunakan setiap hari untuk membeli barang dan jasa. Uang kartal terdiri atas uang logam dan uang kertas. Tahukah Anda siapa yang menerbitkan uang kartal tersebut? Ambillah satu keping uang dan perhatikanlah. Anda akan menemukan tulisan Bank Indonesia di salah satu permukaan uang. Uang kartal diterbitkan oleh bank sentral, yang dalam hal ini adalah Bank Indonesia.
Uang giral adalah alat pembayaran berupa surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh bank umum. Contoh uang giral adalah cek dan bilyet giro. Cek merupakan surat perintah dari pemilik rekening di bank untuk membayar sejumlah uang kepada pihak lain. Sedangkan bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memindahbukukan sejumlah uang kepada pihak lain.
b.      M2 (M1 + Uang Kuasi) yaitu uang beredar dalam arti luas
Anda telah mengetahui jenis-jenis uang apa saja yang tergolong dalam M1. Definisi tentang uang yang lebih luas sering disebutkan sebagai M2. M2 diperoleh dengan menjumlahkan M1 (uang kartal dan uang giral) dengan ”uang kuasi”. Uang kuasi juga disebut ”near money” atau ”uang dekat”, yaitu bentuk kekayaan finansialyang dapat segera diuangkan. Meskipun secara langsung ia tidak berfungsi sebagai media tukar atau alat pembayaran, tetapi dapat diubah dengan cepat menjadi uang kartal maupun uang giral. Contoh uang kuasi adalah deposito berjangka pendek (jatuh temponya kurang dari 1 tahun) dan rekening simpanan/tabungan di bank umum.
c.       M3 (M2 + Deposito Berjangka Panjang)
M3 merupakan penggabungan dari uang kartal, uang giral, uang kuasi, dan deposito berjangka panjang (lebih dari satu tahun). Apabila perekonomian suatu negara semakin maju, porsi penggunaan uang kartal (kertas dan logam) semakin sedikit, digantikan uang giral dan uang kuasi.

6.      Kurva Penawaran Uang
Banyak sedikitnya penawaran uang atau jumlah uang yang beredar ditentukan oleh pemerintah melalui bank sentral yang jumlahnya tetap dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu kurva penawaran uang merupakan kurva inelastis sempurna yang yang berbentuk garis tegak lurus. Perubahan dalam penawaran uang ditunjukan oleh pergerakan – pergerakan kurva ke kiri menunjukan penawaran uang yang berkurang.
Perhatikan kurva penawaran berikut :
Kurva Penawaran Uang

Pergerakan kurva penawaran uang dari MS0 ke MS2 menunjukan bertambahnya penawaran Uang. Sebaliknya, pergerakan kurva penawaran uang dari MS0 ke MS1 menunjukan berkurangnya penawaran uang.

7.      Faktor-Faktor yang Memengaruhi Besar Kecilnya Penawaran Uang
Pada dasarnya, jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian ditetapkan oleh bank sentral melalui pengaturan kredit perbankan. Perkembangan jumlah uang yang beredar mencerminkan perkembangan ekonomi. Apabila perekonomian tumbuh dan berkembang, jumlah uang yang beredar juga berubah termasuk komposisinya. Beberapa faktor yang memengaruhi penawaran uang, di antaranya:

a.    Tingkat Bunga
Tingkat bunga merupakan faktor utama yang menentukan jumlah uang beredar. Ketika tingkat bunga tinggi, permintaan uang kas akan turun karena masyarakat menganggap jika uang disimpan (tidak dibelanjakan) akan lebih menguntungkan. Akibatnya, permintaan terhadap barang dan jasa pun mengalami penurunan serta kegiatan perekonomian menjadi lesu. Oleh karena itu, Bank Indonesia akan menambah jumlah uang beredar melalui kebijakan moneter (menurunkan suku bunga SBI).
b.    Tingkat Inflasi atau Deflasi
Pada kondisi inflasi, bank sentral akan cenderung mengurangi penawaran uang. Tujuannya adalah untuk mengurangi atau meredam agar inflasi tidak semakin memburuk. Deflasi pun membawa dampak negatif bagi perekonomian. Karena penurunan harga secara terus-menerus akan melemahkan gairah berusaha dan berinvestasi.
c.    Pendapatan
Apabila pendapatan masyarakat semakin tinggi, semakin besar pula jumlah uang yang beredar. Sebaliknya pendapatan masyarakat yang rendah akan memengaruhi pendapatan nasional juga ikut rendah, sehingga jumlah uang yang beredar menjadi kecil. Dengan demikian tidak perlu memperbanyak jumlah uang yang beredar, dengan tujuan menggairahkan dunia perbankan dan dunia usaha.
d.      Nilai Tukar Rupiah
Pemerintah akan menurunkan jumlah rupiah yang beredar apabila nilai tukar rupiah menurun. Dengan demikian, sesuai hukum keseimbangan permintaan dan penawaran, tingkat bunga akan naik sehingga rupiah juga ikut naik.
e.       Fasilitas Kredit
Adanya fasilitas kredit dapat memengaruhi jumlah uang yang beredar di pasar. Bila masyarakat suka akan penggunaan kredit, dengan sendirinya penggunaan uang tunai akan berkurang, sehingga jumlah uang yang beredar di masyarakat menjadi sedikit.
f.       Jumlah penduduk
Semakin banyak jumlah penduduk, semakin banyak dan semakin cepat uang beredar.
                                                                                                                           



BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dalam kajian mengenai teori permintaan uang, ada beberapa golongan yang berpendapat. Pertama golongan kaum Klasik, golongan ini menganggap bahwa uang tidak memiliki pengaruh terhadap sektor riil, suku bunga, kesempatan kerja dan pendapatan nasional. Uang hanya berpengaruh terhadap harga barang. Bertambahnya uang beredar akan mengakibatkan kenaikan harga saja, sedangkan jumlah output yang dihasilkan tidak berubah. Teori permintaan uang Klasik dikenal dengan teori kuantitas uang yang dirumuskan oleh Irving Fisher.
Dari beberapa teori permintaan uang di atas, Ada beberapa hal yang mempengaruhi permintaan uang diantaranya :
-          Pendapatan riil. Semakin tinggi pendapatan seseorang, permintaan akan uang akan semakin besar. Hal ini karena konsumsi dan tabungan akan bertambah seiring dengan meningkatnya pendapatan.
-          Tingkat suku bunga. Semakin tinggi suku bunga, permintan uang untuk motif spekulasi akan berkurang. Tingginya suku bunga akan membuat biaya pinjaman uang untuk berspekulasi bertambah mahal. Selain itu, jika tingkat suku bunga tinggi, orang akan lebih baik menabung di bank dengan jaminan suku bunga yang ada daripada berspekulasi.
-          Tingkat harga umum. Semakin tinggi tingkat harga umum, permintaan akan uang akan semakin bertambah. Hal ini karena harga barang/jasa bertambah mahal, sehingga dibutuhkan lebih banyak uang untuk membelinya.
-          Pengeluaran konsumen. Misalnya saja pengeluaran konsumen pada bulan-bulan menjelang Natal, puasa, atau Hari Raya lainnya akan bertambah. Akibatnya, permintaan uang juga akan bertambah.

Peranan uang dalam perekonomian antara lain dapat meningkatkan efisiensi baik bagi produsen, konsumen dan kegiatan ekonomi pada umumnya. Uang yang beredar pada masyarakat yaitu uang kartal, uang giral, dan uang kuasi. Dalam perkembangannya, jumlah uang yang beredar yang ada di Indonesia tidak tertutup kemungkinan untuk mengalami kenaikan atau penurunan jumlah uang beredar. Gejala bertambahnya jumlah uang beredar merupakan fenomena ekonomi, karena berkaitan dengan fungsi uang sebagai alat tukar, yang semakin dibutuhkan pada saat perekonomian semakin berkembang. Ekonomi yang tumbuh dan berkembang mempunyai konsekuensi meningkatkan transaksi, yang membutuhkan uang guna mempermudah proses pembayaran.
Dalam pembahasan topic uang, tingkat suku bunga, dan pendapatan nasional, dapat dilihat dengan jelas keterkaitan masing-masing komponen tersebut dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi disuatu Negara. Jadi menurut teori preferensi likuiditas, jika tingkat pendapatan naik, maka tingkat bunga juga naik. Pendapatan yang naik, akan menaikkan permintaan uang dan kemudian menaikkan tingkat bunga keseimbangan.

B.     SARAN
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.




DAFTAR PUSTAKA