MAKALAH
Tugas Pengantar manajemen
mengamati salah satu perusahaan nasional
Pengampu : Adhitya Yoga Prasetya,
S.I.P., S.E., M.M.

Disusun Oleh :
M.WILDAN
JAMALUDIN (T01.15.0011)
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
TOTALWIN SEMARANG
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun
hingga selesai .Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik
materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Semarang, 01 Januari 2016
Penyusun
M.
Wildan jamaludin
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................... I
DAFTAR ISI .............................................................................................. II
BAB I : PENDAHULUAN .............................................................. 1
A. LATAR BELAKANG ................................................. 1
B. VISI ................................................................................ 2
C. MISI ............................................................................... 2
BAB II : PEMBAHASAN ................................................................. 3
A.
STRUKTUR
ORGANISASI ...................................... 3
B.
URAIAN TUGAS ........................................................ 4
C.
ANALISIS
EKSTERNAL .......................................... 6
BAB III : PENUTUP ........................................................................... 10
A. KESIMPULAN ............................................................ 10
B. SARAN .......................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 11
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPPI
Awal Pendirian
PT Aqua Golden Mississippi
didirikan pada tahun 1973 di Indonesia. Ide mendirikan perusahaan AMDK timbul
ketika Tirto bekerja sebagai pegawai pertamina pada awal tahun 1970an. Ketika
itu Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika serikat, namun
jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang
disebabkan karena mengonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian
mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari Negara barat tidak terbiasa
meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan.
Ia dan saudara-saudaranya
mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan. Ia meminta adiknya,
Slamet utomo untuk magang di Polaris, sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu
telah beroperasi 16 tahun di Thailand. Tidak megherankan bila pada awalnya
produk Aqua menyerupai Polaris. Mulai dari bentuk botol kaca, merk, mesin
pengolahan air, sampai mesin pencuci botol serta pengisi air.
Tirto medirikan pabrik
pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu Golden Mississippi
dengan kapasitas produksi 6.000.000 (enam juta) liter per tahun, Tirto sempat
ragu dengan nama Golden Mississippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya,
ekspatriat, namun terdengar asing ditelinga orang Indonesia. Konsultannya,
Eulindra Lim mengusulkan untuk menggunakan nama Aqua karena cocok terhadap
image air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. Ia setuju dan
mengubah merk produknya dari puritas menjadi Aqua. Dua tahun kemudian, produksi
pertama Aqua diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950 ml dengan
harga Rp.75, hampir dua kali lipat harga bensin yang ketika itu bernilai Rp.46
untuk 1.000 ml.
B. VISI
AQUA telah menjadi bagian
dari keluarga sehat Indonesia selama lebih dari 40 Tahun. Sebagai pelopor air
minum dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA
tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume
penjualan AQUA merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air
mineral.
C.
MISI
1)
Melakukan program untuk
menyehatkan konsumen Indonesia dan Asia Pasifik
2)
Meningkatkan kapasitas
produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar degan standar dunia. pemberian lisensi
disertai dengan kewajiban penerapan standar produksi dan pengendalian mutu yang
prima
3)
Menyiapkan sumber air minum
dalam kemasan yang sehat yang murni, bening, dan bebas bakteri dengan
melakukan pengujian produk setiap tetesnya berdasarkan standar internasional.
4)
Meningkatkan kualitas
management diseluruh organiasi dan Peningkatan Research & Development
menuju AQUA ISO 9002.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. STRUKTUR
ORGANISASI
B. URAIAN TUGAS
1)
Dewan Komisaris
a.
Melakukan pengawasan atas
jalannya usaha PT dan memberikan nasihat kepada direktur
b.
Dalam melakukan tugas,
dewan direksi berdasarkan kepada kepentingan PT dan sesuai dengan maksud dan tujuan
PT.
c.
Kewenangan khusus dewan
komisaris, bahwa dewan komisaris dapat diamanatkan dalam anggaran dasar untuk
melaksanakan tugas-tugas tertentu direktur, apabila direktur berhalangan atau
dalam keadaan tertentu
2)
Direktur Utama
a.
Memimpin perusahaan dengan
menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan.
b.
Memilih, menetapkan,
mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (manajer)
c.
Menyetujui anggaran tahunan
perusahaan
d.
Menyampaikan laporan kepada
pemegang saham atas kinerja perusahaan
3)
Direktur Keuangan Finance
& Accounting
a.
Mengelola fungsi akuntansi
dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan
yang dibutuhkan perusahaan secara akurat dan tepat waktu.
b.
Mengkoordinasikan dan
mengontrol perencanaan, pelaporan dan pembayaran kewajiban pajak perusahaan
agar efisien, akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang
berlaku.
c.
Merencanakan,
mengkoordinasikan dan mengontrol arus kas perusahaan (cashflow), terutama
pengelolaan piutang dan hutang, sehingga memastikan ketersediaan dana untuk
operasional perusahaan dan kesehatan kondisi keuangan.
d.
Merencanakan dan
mengkoordinasikan penyusunan anggaran perusahaan, dan mengontrol penggunaan
anggaran tersebut untuk memastikan penggunaan dana secara efektif dan efisien
dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan.
e.
Merencanakan dan
mengkoordinasikan pengembangan sistem dan prosedur keuangan dan akuntansi,
serta mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi
keuangan berjalan dengan tertib dan teratur, serta mengurangi risiko keuangan.
f.
Mengkoordinasikan dan
melakukan perencanaan dan analisa keuangan untuk dapat memberikan masukan dari
sisi keuangan bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis, baik
untuk kebutuhan investasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan
lainnya
g.
Merencanakan dan
mengkonsolidasikan perpajakan seluruh perusahaan untuk memastikan efisiensi
biaya dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan.
4)
Direktur Pemasaran Sales
& Marketing
a.
Menentukan harga jual,
produk yang akan dilaunching, jadwal kunjungan serta system promosi untuk
memastikan tercapainya target penjualan
b.
Memonitor perolehan order
serta merangkumkan forecast untuk memastikan kapasitas produksi terisi secara
optimal
c.
Memonitor jumlah stock
seluruh Dept. Sales & Marketing untuk memastikan umur stock perusahaan
tidak melebihi target yang telah ditentukan.
d.
Menganalisa dan
mengembangkan strategi marketing untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan area
sesuai dg target yang ditentukan.
e.
Menganalisa dan memberikan
arah pengembangan design & warna, untuk memastikan pengembangan produk
sesuai dengan kebutuhan pasar.
f.
Melakukan evaluasi kepuasan
pelanggan dari hasil survey seluruh sales team untuk memastikan tercapainya
target kepuasan pelanggan yang ditentukan
g.
Menerapkan budaya, sistem,
dan peraturan intern perusahaan serta menerapkan manajemen biaya, untuk
memastikan budaya perusahaan dan sistem serta peraturan dijalankan dengan
optimal.
5)
Direktur Personalia
a.
Merencanakan
perekrutan karyawan sesuai dengan kebutuhan masing-masing departemen.
b.
Mengatur
kegiatan yang berhubungan dengan karyawan dan menciptakan suasana kerja
yangnyaman dan berdisiplin.
c.
Menampung
dan mencari keluhan karyawan.
d.
Mengatur
dan merencanakan training untuk peningkatan ketrampilan karyawan.
e.
Bertanggungjawab
terhadap disiplin kerja karyawan.
6)
Direktur Produksi
a.
Mengendalikan semua proses produksi perusahaan.
b.
Mengontrol jalannya
proses produksi.
c.
Bertanggung jawab atas
kelancaran proses produksi.
d.
Bertanggung jawab atas
hasil produksi.
C. ANALISIS EKSTERNAL
1.
Persaingan antar Perusahaan
Saingan
Kebutuhan
masyarakat akan air minum meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan
penduduk. Kesadaran masyarakat akan butuhnya air minum yang bersih dan
menyehatkan berpengaruh pada persepsi masyarakat akan konsumsi Air Minum Dalam
Kemasan. Atas dasar itulah, banyak pemain baru yang masuk dalam industri ini.
Menurut
data Aspadin(Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia), tercatat
lebih dari 400 perusahaan AMDK dan lebih dari 600 merek yang ada di pasaran.
Hal ini menjelaskan bahwa beberapa perusahaan memiliki lebih dari satu merek
untuk merespon tuntutan pasar yang beragam mulai dari harga sampai dengan
kualitas. Sebagai contoh, PT. Golden Aqua Mississipi yang memproduksi Aqua juga
memproduksi VIT.
Pemain
dalam Industri butuh usaha ekstra keras untuk meningkatkan produk yang
berbeda, kualitas yang terjamin dan brand image. Kondisi persaingan sangat
ketat karena banyak pesaing menjual produk AMDK yang sama. Untuk itu diperlukan
informasi pasar dan kondisi pesaing terutama kelemahan dan kekuatan pesaing.
Informasi itu penting berhubungan dengan penggunaan kebijakan tentang produk,
harga, promosi dan distribusi.
2.
Potensi masuknya pesaing
baru
Di
Indonesia Dari tahun ke tahun konsumsi air kemasan terus meningkat,
tercatat tahun 1973 kapasitas produksi hanya 6 juta liter per tahun. Tahun 2001
meningkat tajam menjadi 5,4 milyar liter. Setahun kemudian naik 31,5% menjadi
7,1 milyar liter. Lalu pada 2003 meningkat 14,1% mencapai 8,1 milyar liter.
Tahun 2011 konsumsi air kemasan mencapai 17,3 milyar liter meningkat 23% di
bandingkan tahun 2010. Tahun 2012 diperkirakan konsumsi air kemasan meningkat
menjadi 19,88 milyar liter per tahun.
Dengan
data di atas maka terdapat potensi masuknya pesaing baru di indonesia, karena
permintaan akan AMDK semakin meningkat. Tetapi dengan banyaknya merk atau
produk yang sudah ada sekarang, maka pemerintah harus ekstra ketat mengawasi
keberlangsungan produk tersebut, karena banyak survey yang menyatakan terdapat
produk AMDK yang membahayakan untuk konsumen.
Sehingga
proses pengolahan dan pembuatan AMDK harus mempunyai standart khusus yang sudah
ditetapkan. Dan pendatang baru juga harus memperhatikan skala ekonomi,
perbedann produk yang eksklusif, identitas merek, kebutuhan modal, akses ke
dalam distribusi, keuntungan dari biaya absolute, akses yang dibutuhkan,
kebijakan pemerintah, dan balasan yang diharapkan. Dengan demikian tidak
semakin bertambah merek AMDK yang ada dalam pasaran, dan akan mengurangi
persaingan di industry.
3.
Potensi pengembangan
produk-produk pengganti
Salah
satu ancaman dalam industri AMDK adalah air isi ulang. Meskipun merek-merek
tertentu telah memberi peringatan untuk tidak boleh mengisi dengan produk lain,
tetapi hal itu tidak berpengaruh karena pengawasan tidak ketat dalam
aplikasinya. Terlebih harga air mineral isi ulang yang lebih murah dan tetap
praktis. Apalagi melihat harga kebutuhan pokok semakin meningkat, tentu
masyarakat menengah ke bawah lebih memilih alternative tersebut karena
kebutuhan akan air mineral tidak mungkin dikurangi.
4.
Daya tawar pemasok
Dalam
industri AMDK tentu pemasok mempunyai daya tawar yang tinggi, karena kebutuhan
akan bahan baku plastik untuk membuat kemasan (galon, botol, dan gelas) tidak
ada penggantinya. Dan tentu akan berpengaruh terhadap persangan dan juga biaya
yang di keluarkan perusahaan.
5.
Daya tawar konsumen
Dalam
industri AMDK daya tawar pembeli cukup tinggi, mengingat banyak alternative
lain yang tersedia di pasaran. Tetapi tidak terlalu mengancam dalam industri
terutama merk AQUA karena berorientasi terhadap kualitas. Jika konsumen sudah
percaya dan loyal terhadap air mineral yang di konsumsi pasti ia tidak akan
mudah beralih. Apalagi produk yang di konsumsi berkaitan dengan kesehatan,
pasti tidak akan main-main dalam menetukan pilihannya, meskipun banyak merek
yang ada.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Berdasarkan model lima factor kekuatan porter
di atas maka dapat disimpulkan bahwa, industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
tidak mempunyai ancaman yang cukup serius dalam persaingan baik dalam
industry maupun pendatang baru, karena orientasi konsumen cenderung terhadap
kualitas produk. Dan hanya sebagian kecil dari konsumen yang orientasinya
terhadap harga. Tetapi masalah yang menjadi ancaman bagi industri AMDK adalah
faktor lingkungan. Mengingat industri ini yang mengakibatkan limbah plastik
semakin meningkat dan hampir tidak bisa dimusnahkan. Meskipun berbagai
alternative telah dilakukan tetapi belum dapat dirasakan keberhasilannya.
Peluang dalam industri Air Mineral Dalam
Kemasan sangat baik, yaitu dapat kita lihat semakin bertambahnya penduduk
Indonesia baik dilihat dalam tingkat kehamilan dan kelahiran, maka memberi
peluang yang cemerlang karena dapat meningkatkan penjualan yang berdampak
terhadap peningkatan produksi, peningkatan tenaga kerja, peningkatan
pendapatan dan peningkatan laba bagi perusahaan. Dan juga peran pemerintah
untuk mensosialisasikan cara hidup sehat untuk minum air 10-11 gelas per hari
per orang juga mendatangkan peluang bagi industri AMDK untuk meningkatkan
produksinya.
B. SARAN
Demikian makalah yang
kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.Apabila ada saran dan kritik
yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.
DAFTAR
PUSTAKA


No comments:
Post a Comment