selamat datang kawan,, salam manis dari saya wildan jamaludin

Friday, 30 September 2016

PENGANTAR MANAJEMEN

MAKALAH
Tugas Pengantar manajemen
 mengamati salah satu perusahaan nasional
Pengampu : Adhitya Yoga Prasetya, S.I.P., S.E., M.M.

logo.png








Disusun Oleh :
                               M.WILDAN JAMALUDIN        (T01.15.0011)


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
TOTALWIN SEMARANG
2016






KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai .Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

            Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

            Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


                                                                                        Semarang, 01 Januari 2016
                                                                                         Penyusun

                                                                                        M. Wildan jamaludin


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................  I
DAFTAR ISI ..............................................................................................  II
BAB I          : PENDAHULUAN ..............................................................  1
A.  LATAR BELAKANG .................................................  1
B.  VISI ................................................................................  2
C.  MISI ...............................................................................  2

BAB II         : PEMBAHASAN .................................................................  3
A.  STRUKTUR ORGANISASI ......................................  3
B.  URAIAN TUGAS ........................................................  4
C.  ANALISIS EKSTERNAL ..........................................  6

BAB III       : PENUTUP ...........................................................................  10
A.  KESIMPULAN ............................................................  10
B.  SARAN ..........................................................................  10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 11




BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPPI
Awal Pendirian

PT Aqua Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 di Indonesia. Ide mendirikan perusahaan AMDK timbul ketika Tirto bekerja sebagai pegawai pertamina pada awal tahun 1970an. Ketika itu Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika serikat, namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang disebabkan karena mengonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari Negara barat tidak terbiasa meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan.

Ia dan saudara-saudaranya mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan. Ia meminta adiknya, Slamet utomo untuk magang di Polaris, sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu telah beroperasi 16 tahun di Thailand. Tidak megherankan bila pada awalnya produk Aqua menyerupai Polaris. Mulai dari bentuk botol kaca, merk, mesin pengolahan air, sampai mesin pencuci botol serta pengisi air.

Tirto medirikan pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu Golden Mississippi dengan kapasitas produksi 6.000.000 (enam juta) liter per tahun, Tirto sempat ragu dengan nama Golden Mississippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya, ekspatriat, namun terdengar asing ditelinga orang Indonesia. Konsultannya, Eulindra Lim mengusulkan untuk menggunakan nama Aqua karena cocok terhadap image air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. Ia setuju dan mengubah merk produknya dari puritas menjadi Aqua. Dua tahun kemudian, produksi pertama Aqua diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950 ml dengan harga Rp.75, hampir dua kali lipat harga bensin yang ketika itu bernilai Rp.46 untuk 1.000 ml.

B.       VISI
AQUA telah menjadi bagian dari keluarga sehat Indonesia selama lebih dari 40 Tahun. Sebagai pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume penjualan AQUA merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air mineral.

C.      MISI
1)      Melakukan program untuk menyehatkan konsumen Indonesia dan Asia Pasifik
2)      Meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar degan standar dunia. pemberian lisensi disertai dengan kewajiban penerapan standar produksi dan pengendalian mutu yang prima
3)      Menyiapkan sumber air minum dalam kemasan  yang sehat yang murni, bening, dan bebas bakteri dengan melakukan pengujian produk setiap tetesnya berdasarkan standar internasional.
4)      Meningkatkan kualitas management diseluruh organiasi dan Peningkatan Research & Development menuju AQUA ISO 9002.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    STRUKTUR ORGANISASI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic3FCjQOgXvzVKbr11xcnsZVG5_LbMyV5Y3JTM9MVt-2cyEVw6_wVM7pSb0ZxgkTa6bzOmY8n_IH9CBX0sCEXANczp7qK8Dnb_WFWQbdgB8WBVap26o0Dic2VVuPabatYElxBlEUWuMmI/s1600/AQUA.jpg















                                                                                                                           



B.     URAIAN TUGAS
1)      Dewan Komisaris
a.       Melakukan pengawasan atas jalannya usaha PT dan memberikan nasihat kepada direktur
b.      Dalam melakukan tugas, dewan direksi berdasarkan kepada kepentingan PT dan sesuai dengan maksud dan tujuan PT.
c.       Kewenangan khusus dewan komisaris, bahwa dewan komisaris dapat diamanatkan dalam anggaran dasar untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu direktur, apabila direktur berhalangan atau dalam keadaan tertentu

2)      Direktur Utama
a.       Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan.
b.      Memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (manajer)
c.       Menyetujui anggaran tahunan perusahaan
d.      Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan

3)      Direktur Keuangan Finance & Accounting
a.       Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat dan tepat waktu.
b.      Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan dan pembayaran kewajiban pajak perusahaan agar efisien, akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.
c.       Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus kas perusahaan (cashflow), terutama pengelolaan piutang dan hutang, sehingga memastikan ketersediaan dana untuk operasional perusahaan dan kesehatan kondisi keuangan.
d.      Merencanakan dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran perusahaan, dan mengontrol penggunaan anggaran tersebut untuk memastikan penggunaan dana secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan.
e.       Merencanakan dan mengkoordinasikan pengembangan sistem dan prosedur keuangan dan akuntansi, serta mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan berjalan dengan tertib dan teratur, serta mengurangi risiko keuangan.
f.       Mengkoordinasikan dan melakukan perencanaan dan analisa keuangan untuk dapat memberikan masukan dari sisi keuangan bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis, baik untuk kebutuhan investasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan lainnya
g.      Merencanakan dan mengkonsolidasikan perpajakan seluruh perusahaan untuk memastikan efisiensi biaya dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan.

4)      Direktur Pemasaran Sales & Marketing
a.       Menentukan harga jual, produk yang akan dilaunching, jadwal kunjungan serta system promosi untuk memastikan tercapainya target penjualan
b.      Memonitor perolehan order serta merangkumkan forecast untuk memastikan kapasitas produksi terisi secara optimal
c.       Memonitor jumlah stock seluruh Dept. Sales & Marketing untuk memastikan umur stock perusahaan tidak melebihi target yang telah ditentukan.
d.      Menganalisa dan mengembangkan strategi marketing untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan area sesuai dg target yang ditentukan.
e.       Menganalisa dan memberikan arah pengembangan design & warna, untuk memastikan pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan pasar.
f.       Melakukan evaluasi kepuasan pelanggan dari hasil survey seluruh sales team untuk memastikan tercapainya target kepuasan pelanggan yang ditentukan
g.      Menerapkan budaya, sistem, dan peraturan intern perusahaan serta menerapkan manajemen biaya, untuk memastikan budaya perusahaan dan sistem serta peraturan dijalankan dengan optimal.

5)      Direktur Personalia
a.       Merencanakan perekrutan karyawan sesuai dengan kebutuhan masing-masing departemen. 
b.      Mengatur kegiatan yang berhubungan dengan karyawan dan menciptakan suasana kerja yangnyaman dan berdisiplin.
c.       Menampung dan mencari keluhan karyawan.
d.      Mengatur dan merencanakan training untuk peningkatan ketrampilan karyawan.
e.       Bertanggungjawab terhadap disiplin kerja karyawan.

6)      Direktur Produksi
a.       Mengendalikan semua proses produksi perusahaan.
b.      Mengontrol jalannya proses produksi.
c.       Bertanggung jawab atas kelancaran proses produksi.
d.      Bertanggung jawab atas hasil produksi.

C.    ANALISIS EKSTERNAL
1.        Persaingan antar Perusahaan Saingan
Kebutuhan masyarakat akan air minum meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk. Kesadaran masyarakat akan butuhnya air minum yang bersih dan menyehatkan berpengaruh pada persepsi masyarakat akan konsumsi Air Minum Dalam Kemasan. Atas dasar itulah, banyak pemain baru yang masuk dalam industri ini.

Menurut data Aspadin(Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia), tercatat lebih dari 400 perusahaan AMDK dan lebih dari 600 merek yang ada di pasaran. Hal ini menjelaskan bahwa beberapa perusahaan memiliki lebih dari satu merek untuk merespon tuntutan pasar yang beragam mulai dari harga sampai dengan kualitas. Sebagai contoh, PT. Golden Aqua Mississipi yang memproduksi Aqua juga memproduksi VIT.

Pemain dalam Industri butuh usaha ekstra keras untuk meningkatkan  produk yang berbeda, kualitas yang terjamin dan brand image. Kondisi persaingan sangat ketat karena banyak pesaing menjual produk AMDK yang sama. Untuk itu diperlukan informasi pasar dan kondisi pesaing terutama kelemahan dan kekuatan pesaing. Informasi itu penting berhubungan dengan penggunaan kebijakan tentang produk, harga, promosi dan distribusi.

2.        Potensi masuknya pesaing baru
Di Indonesia Dari tahun ke tahun konsumsi air kemasan terus meningkat, tercatat tahun 1973 kapasitas produksi hanya 6 juta liter per tahun. Tahun 2001 meningkat tajam menjadi 5,4 milyar liter. Setahun kemudian naik 31,5% menjadi 7,1 milyar liter. Lalu pada 2003 meningkat 14,1% mencapai 8,1 milyar liter. Tahun 2011 konsumsi air kemasan mencapai 17,3 milyar liter meningkat 23% di bandingkan tahun 2010. Tahun 2012 diperkirakan konsumsi air kemasan meningkat menjadi 19,88 milyar liter per tahun.

Dengan data di atas maka terdapat potensi masuknya pesaing baru di indonesia, karena permintaan akan AMDK semakin meningkat. Tetapi dengan banyaknya merk atau produk yang sudah ada sekarang, maka pemerintah harus ekstra ketat mengawasi keberlangsungan produk tersebut, karena banyak survey yang menyatakan terdapat produk AMDK yang membahayakan untuk konsumen.

Sehingga proses pengolahan dan pembuatan AMDK harus mempunyai standart khusus yang sudah ditetapkan. Dan pendatang baru juga harus memperhatikan skala ekonomi, perbedann produk yang eksklusif, identitas merek, kebutuhan modal, akses ke dalam distribusi, keuntungan dari biaya absolute, akses yang dibutuhkan, kebijakan pemerintah, dan balasan yang diharapkan. Dengan demikian tidak semakin bertambah merek AMDK yang ada dalam pasaran, dan akan mengurangi persaingan di industry.

3.        Potensi pengembangan produk-produk pengganti
Salah satu ancaman dalam industri AMDK adalah air isi ulang. Meskipun merek-merek tertentu telah memberi peringatan untuk tidak boleh mengisi dengan produk lain, tetapi hal itu tidak berpengaruh karena pengawasan tidak ketat dalam aplikasinya. Terlebih harga air mineral isi ulang yang lebih murah dan tetap praktis. Apalagi melihat harga kebutuhan pokok semakin meningkat, tentu masyarakat menengah ke bawah lebih memilih alternative tersebut karena kebutuhan akan air mineral tidak mungkin dikurangi.

4.        Daya tawar pemasok
Dalam industri AMDK tentu pemasok mempunyai daya tawar yang tinggi, karena kebutuhan akan bahan baku plastik untuk membuat kemasan (galon, botol, dan gelas) tidak ada penggantinya. Dan tentu akan berpengaruh terhadap persangan dan juga biaya yang di keluarkan perusahaan.
5.        Daya tawar konsumen
Dalam industri AMDK daya tawar pembeli cukup tinggi, mengingat banyak alternative lain yang tersedia di pasaran. Tetapi tidak terlalu mengancam dalam industri terutama merk AQUA karena berorientasi terhadap kualitas. Jika konsumen sudah percaya dan loyal terhadap air mineral yang di konsumsi pasti ia tidak akan mudah beralih. Apalagi produk yang di konsumsi berkaitan dengan kesehatan, pasti tidak akan main-main dalam menetukan pilihannya, meskipun banyak merek yang ada.



BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Berdasarkan model lima factor kekuatan porter di atas maka dapat disimpulkan bahwa, industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) tidak  mempunyai ancaman yang cukup serius dalam persaingan baik dalam industry maupun pendatang baru, karena orientasi konsumen cenderung terhadap kualitas produk. Dan hanya sebagian kecil dari konsumen yang orientasinya terhadap harga. Tetapi masalah yang menjadi ancaman bagi industri AMDK adalah faktor lingkungan. Mengingat industri ini yang mengakibatkan limbah plastik semakin meningkat dan hampir tidak bisa dimusnahkan. Meskipun berbagai alternative telah dilakukan tetapi belum dapat dirasakan keberhasilannya.

Peluang dalam industri Air Mineral Dalam Kemasan sangat baik, yaitu dapat kita lihat semakin bertambahnya penduduk Indonesia baik dilihat dalam tingkat kehamilan dan kelahiran, maka memberi peluang yang cemerlang karena dapat meningkatkan penjualan yang berdampak terhadap peningkatan produksi,  peningkatan tenaga kerja, peningkatan pendapatan dan peningkatan laba bagi perusahaan. Dan juga peran pemerintah untuk mensosialisasikan cara hidup sehat untuk minum air 10-11 gelas per hari per orang juga mendatangkan peluang bagi industri AMDK untuk meningkatkan produksinya.

B.     SARAN
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.

DAFTAR PUSTAKA




No comments:

Post a Comment